princessally loves everything

Blog EntryListrik prabayar atau pascabayar? Mau yang mana?Apr 7, '08 11:19 PM
for everyone
Okay… We’re so “bored” of the Global Warming articles spreading all over the media especially since last year.. But still it’s so important for us to remember that Global Warming is happening!

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperlambat proses penuaan bumi ini. Salah satunya adalah dengan menghemat listrik. Dari kecil, kita di Indonesia udah kebiasaan hidup boros. Nyalain lampu meski waktu terang, tivi dinyalain terus dengan excuse kalau di mati-nyalain beberapa kali kan daya listrik yang diperlukannya gede, belum lagi every single kitchen has it own microwave, extra large refrigerator for extra amount of frozen foods yg sebenernya nggak sehat, anak-anak dimanjain sama banyak mainan kayak wii, ps yang butuh banyak daya, internet using seharian, komputer, bla bla bla… Kalau disuruh matiin sebagian aja dan dibilangin supaya ‘hemat listrik, dong!’ Malah ngejawab, ‘biarin lah, kan dibayar ini!’

Please… Bukan masalah dibayar atau enggaknya.. Tapi, pikirin berapa banyak daya yang terbuang sia-sia buat muasin ego kita yang nggak kerasa sebagai ego itu. Emang, dulu listrik (jg bbm, dsb) murah. Sekarang kan udah enggak lagi. Hemat atuh… Kampanye 17-22 yang diusung PLN beberapa tahun yang lalu mungkin nggak diikuti oleh semua orang. Ketika ditanya, kenapa? Balik lagi alasannya, ‘kan ntar juga dibayar! Mau nyalain setahun nggak dimatiin juga kan suka-suka’

Hummm…

Lari ke masalah jual beli listrik dulu…

Sekarang ini, cara kita beli/bayar listrik udah sama aja dengan pulsa handphone. Ada yang prabayar dan pascabayar. Keluarga saly udah ganti ke yang beli pulsa itu (kalo disini disebutnya TOKEN). Meski keluarga saly semuanya berniat menuju ke arah yang lebih baik. Tetep aja kelabakan ngejalaninnya. Ya iya kan lah, yang biasanya seenak hati make listrik nggak mikirin berapa tagihan yang mesti dibayar mama tiap bulannya. Sekarang mesti liat-liat dulu kwh yang masih tersisa di layar meteran listrik supaya sadar kapasitasnya tinggal segimana lagi. Dan tentu saja, bukan cuman sekali rumah mati listrik gara-gara lupa ngisi token. Tapi…

Tapi kita seneng! Bayangin, dalam satu bulan, ada sehari semalam (biasanya weekend) rumah saly gelap gulita tanpa pemakaian listrik sama sekali karena kwh yang kita miliki “0”. Kalau di Bali ada nyepi. Di rumah saly juga ada! Hahaaa… Memang repot kalo persediaan air sampe abis (karena pompa airnya butuh daya listrik), nendang-nendang barang karena nggak keliatan atau takut ke kamar mandi karena gelap! Hahaha… Tapi itu sih nggak masalah. Lagian masih ada sedikit terang dari PJU depan rumah dan bulan-bintang. Kita juga masang lilin aromaterapi. Selain hemat listrik, rumah wangi ;p tubuh pun rileks karena nggak ada radiasi dari benda apa pun.

Coba kalau banyak rumah yang punya kebiasaan sama kayak sehari semalam tanpa penggunaan daya listrik. Berapa banyak daya yang bisa dihemat? Banyak pastinya… Bumi pun akan lebih dingin bukan?

Selain keuntungan yang sedikit dikontribusikan buat bumi. Keuntungan lainnya adalah lebih sedikit uang yang kita kirimin ke PLN. PLN nggak rugi loh, malah seneng. Kalau biasanya tiap bulan ada petugas pencatat meter yang mesti kita bukain pintu, sekarang nggak perlu lagi. Nggak perlu lagi nyuruh si mbak antri lama-lama bayar listrik sebelum tanggal 20, karena kita bisa beli token kapan aja sesuai uang yang lagi kita punya, 20 ribu? 1 juta? Lalu, nggak ada lagi pemutusan daya karena telat bayar, atau yang lain-lainnya. Karena penggunaan listrik dirumah kita sepenuhnya tanggungjawab kita sebagai penggunanya. Just like your mobile! Kelemahan yang kita rasain dari sistem ini tuh, nggak pernah bisa beli tokennya di ATM! Bete deh, nggak tau bank-nya nggak bonafid atau belum “on-line” aja.

Oh ya, kantor-kantor PLN tempat kita biasa bayar itu tugasnya hanya menjual listrik. Yang bikin listriknya itu beda lagi nun jauh disana. And you know what, perusahaan listrik negara udah merugi selama ini demi ngasih listrik murah ke rakyat. Pemerintah? Jangan tanya kenapa!!!

Produksi listrik pun menggunakan BBM. Semakin lama, BBM semakin mahal. Tapi harga listrik per Kwh masih nggak bisa melakukan penyesuaian seekstrem yang BBM lakukan. Mungkin karena listrik mah langsung dipakai sama semua lapisan masyarakat, kalo BBM mah kebanyakan dipakainya sama orang yang punya kendaraan. Gitu bukan?

Ya, nggak ada salahnya kita hemat listrik. Saling bantu aja antara pelanggan sama penyedia listrik itu. Nggak ada ruginya kan? Sebagai pelanggan, kita bertanggungjawab penuh sama pemakaian daya listrik. Sebagai pengusaha dan penyedia kelistrikan itu, of course PLN mesti lebih meningkatkan kinerjanya. Sebagai makhluk bumi, let’s going green!


1 Comment
sallynatanegara wrote on Jun 15
global warming is cool!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help